Membangun Keluarga Bahagia
Penulis : KH Abdullah Gymnastiar
Mempunyai keluarga yang sakinah menjadi idaman setiap orang. Kenyataan
menunjukan banyak orang yang merindukan berumahtangga menjadi sesuatu
yang teramat indah, bahagia, penuh dengan bahagia.
Kenyataan pun membuktikan tidak sedikit keluarga yang hari demi
harinya hanyalah perpindahan dari kecemasan, kegelisahan, dan
penderitaan. Bahkan, tak jarang diakhiri dengan kenistaan, perceraian,
dan juga derita.
Mengapa ini bisa terjadi? Ternyata merindukan keluarga yang sakinah
mawaddah wa rahmah itu tidak asal jadi, yang hanya berbekal cinta dan
harapan, tapi butuh kesungguhan. Mengerahkan segala kemampuan untuk
mewujudkannya.
Ada beberapa indikasi yang bisa menghantarkan keluarga menjadi
keluarga yang bahagia. Pertama, dengan menjadikan keluarga yang ahli
sujud, keluarga yang ahli taat, keluarga yang menghiasi dirinya dengan
dzikrullah, dan keluarga yang selalu rindu untuk mengutuhkan kemuliaan
hidup di dunia, terutama mengutuhkan kemuliaan di hadapan Allah SWT
kelak di syurga.
Kedua, menjadikan rumah sebagai pusat ilmu. Pupuk iman adalah ilmu.
Memiliki harta tetapi kurang ilmu akan menjadikan kita diperbudaknya.
Harta dinafkahkan akan habis, ilmu dinafkahkan akan melimpah. Pastikan
agar keluarga kita sungguh-sungguh untuk mencari ilmu. Baik ilmu
tentang hidup di dunia maupun ilmu akhirat.
Ketiga, jadikan rumah sebagai pusat nasihat. Kita harus tahu persis
bahwa semakin hari semakin banyak yang harus kita lakukan. Untuk itu,
kita butuh orang lain agar bisa melengkapi kekurangan guna memperbaiki
kesalahan kita. Keluarga yang bahagia itu keluarga yang dengan sadar
menjadikan kekayaannya saling menasihati, saling memperbaiki, serta
saling mengkoreksi dalam kebenaran dan kesabaran. Apabila sebuah
keluarga mulai saling menasihati, maka keluarga bagaikan cermin, akan
membuat anggota keluarganya berpenampilan lebih baik dan lebih baik
lagi. Karena tidak pernah ada koreksi yang paling aman selain koreksi
dari keluarga kita.
Keempat, jadikan rumah sebagai pusat kemuliaan. Pastikan keluarga kita
menjadi keluarga yang menjadi cahaya kebahagiaan. Selalu menjadikan
keluarga sebagai contoh bagi keluarga yang lain.
Nah, saudaraku, berambisilah untuk menjadikan keluarga kita keluarga
yang penuh dengan limpahan karunia Allah. Ikhlaskan semua yang kita
lakukan, niscaya keridhaan Allah bersama kita. Aamiin. Wallahu a’lam.
Sumber : Buletin Sakinah